Kamis, 29 September 2016

lagi, skenario Tuhan memang Indah.

Skenario Allah emang indah. Saaaangaat indah. Gimana tidak? Entah untuk keberapa kalinya, saya mendapat perjalan hidup yg tak disangka-sangka. Namun indah.
Kali ini, setelah prosesi wisuda pada tgl 18 sept 2016, saya baru mulai mencari pekerjaan. Tidak dari setelah sidang kelulusan, karna saya fikir selama iru nyampe waktu wisuda tiba saya belum akan mencari pekerjaan. Saya akan menghabiskan waktu untuk bermain-main dulu + ngerjain revisian :( haha

Baiklah, seminggu setelah wisuda masih belum ada panggilan pekerjaan. Padahal saya sudah melamar ke beberapa perusahaan. Hingga akhirnya, ketika saya main di salah satu mall di karawang, dan sedang menunggu teman di sebuah restoran, tidak sengaja saya bertemu dengan seorang bapak-bapak beserta anak istrinya. Setelah ngobrol panjang lebar, saya dan teman saja ditawarin kerjaan sama bapak itu. Bekerja sebagai admin di salah satu perusahaan. Beliau berkata kalau kita minat, langsung saja membawa surat lamaran pekerjaan ke perusahaan tersebut.

Keesokan harinya, saya dan teman saya memutuskan untuk pergi ke perusahaan tersebut. Sesampainya disana, kami berikan surat lamaran kemudian kami langsung tes psikotes. Kemudian interview pertama, dan dilanjut tes komputer.
Terakhir, setelah tes komputer, pihak perusahaan memberitahu kami bahwa jika kami lolos ke tahap selanjutnya, kami akan dihubungi bye phone untuk interview terakhir bersama manager perusahaan pusat yg berada di jakarta.

Belum sampai di rumah, handphone saya berdering. Terlihat dari layar hp nomr yang tak dikenal.
"Selamat siang.. benar dengan bu Idah?" Seorang wanita bertanya.
"Iya benar, dengan saya sendiri. Maaf ini siapa dan darimana?" Jawabku.
"Ini dari y*****, mau memberi informasi untuk ibu idah kalau besok ditunggu kehadirannya di tempat tadi jam 4 sore." Jawab wanita itu.
"Oh, baik. Besok jam 4 sore ke tempat tadi?" Tanyaku untuk memastikan.

Sesampainya di rumah, saya berkabar dengan temanku tadi. Bahwa ternyata dia juga ditelp oleh pihak y*****. Akhirnya kami memutuskan untuk janjian agar bisa berangkat bersama.

Keesokan harinya, saya ke perusahaan tersebut. Dan ternyata sudah ada beberapa orang wanita yg juga calon karyawan perusahaan tersebut.
Oh, saya kira hanya yg kemarin tes saja yg ngelamar. Ternyata sebelum-sebelumnya juga banyak yg melamar. Akhirnya kita kenalan.
Setelah itu, kami dipanggil satu persatu untuk diinterview dengan maneger perusahaan pusat.
Tibalah giliran saya. Setelah kurang lebih 10menit diinterview, beliau mengatakan bahwa ini masih proses seleksi. Jika saya lolos dan memenuhi kriteria perusahaan, saya akan dihubungi kembali. Jika dalam waktu kurang dari 7 hari tidak ada telp dari perusahaan, berarti tidak lolos.

Ketika itu, saya pasrahkan semuanya sama Allah. Walaupun saya sedikit pesimis.
Keesokan harinya saya tidak begitu mengharapkan ada telp dari perusahaan tersebut, tp sekitar jam 4 sore, saya kembali mendapatkan telp dari nomr yg tak dikenal.
"Dengan ibu idah?" Lagi-lagi terdengar suara deorang wanita.
"Iya betul." Jawabku singkat.
"KAmi dari perusahaan y***** ingin memberitau ibu kalau besok ditunggu jam 11 siang di y*****."

Kira-kira seperti itu percakapan antara saya dan pihak perusahaan.

Kamis, 29 Sept 2016 sekitar jam set.10 saya bertemu dengan teman saya di tempat biasa dan langsung pergi ke tempat yg akan kami tuju.
Sesampainya di y*****, satu persatu dari kami berdua dipanggil. Saya orang pertama yg dipanggil oleh hrd ke dalem. Di dalam ruangan, beliau menanyakan kesediaan saya untuk ditempatkan di Subang. Intinya kami berdiskusi, sampai-sampai saya meneteskan air mata di depan beliau *maluuuu* sampai akhirnya saya meminta waktu untuk berfikir dan mengabari ke dua orangtuaku.

*telponan sama orang tua & telponan sama temen* *ngabisin pulsa :(

Akhirnya setelah teman saya keluar, saya dipaggil lg ke dalam untuk memberikan jawaban. And u know what?
"Bismillah, saya siap ditempatkan di Subang." Ucapku.
Walaupun hati masih belum 100% yakin, tp apalah daya jika memang ini yg terbaik menurutMu.

Akhirnya saya pulang. Sesampainya di rumah, berbincang dengan orangtua. Masih sedikit tak percaya. Rasanya ini begitu cepat. Tak disangka-sanga. Semuanya seperti kebetulan. Padahal sudah dituliskan olehNya. Mulai dari perkenalan - apply kerjaan, psikotes, interview 1, tes komputer - interview ke 2 - fixasi - trening di jakarta - penempatan di subang.

'Dalam hidup, kita dipertemukan dengan seseorang bukan karna kebetulan, tapi dipertemukan untuk alasan tertentu'

Rezeki memang datang darimna saja, pun dengan informasi. Jika memang ini yg dituliskan olehNya, maka lancarkan ke depannya.
I hope, semoga selalu diberikan kemudahan dan kelancaran. Dapat beradaptasi dengan lingkungan dan suasana baru. Betah dengan lingkungan kerja, dan bisa bekerjasama dengan karyawan lainnya. Aamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar